MAZMUR PENUNTUN DOA
[Mazmur 104 – 109]
Senin 08 March 2021
Nats: Mazmur 104 – LORD, You Are Very Great!
(1) Ini adalah mazmur bertema Penciptaan; Pemazmur menuliskan narasi Kejadian 1 dalam kreatifitas bahasa puisi yang indah. Perhatikan detil yang luar biasa dari observasinya terhadap alam semesta dan isi dunia ini.
(2) “LORD, my God, You are very great!” (ayat 1) membuka mazmur ini dalam penyembahan dan adorasi kepada TUHAN.
(3) “Aku hendak menyanyi dan bermazmur selama aku hidup” (ayat 33-34) ini doa dan kerinduan pemazmur. Dosa dan kefasikan tidak boleh ada lagi dan mencemarkan dunia ciptaan Allah (ayat 35).
(4) Baca dan resapi mazmur ini sebagai doa seperti ini keluar dari hati kita, “Biarlah renunganku manis kedengaran kepadaNya!” (ayat 34)
Selasa 09 March 2021
Nats: Mazmur 105 – Let Your Heart Rejoice in Him
(1) Mazmur ini merangkum peristiwa perjanjian TUHAN kepada Abraham, Ishak dan Yakub (ayat 9-11) sampai kepada Yusuf yang menyelamatkan seluruh keluarganya di Mesir (ayat 16-22) dan keluarnya umat Israel dari perbudakan dan pemeliharaan Allah di padang gurun (ayat 23-45).
(2) “Sebab Ia ingat akan perjanjianNya” (ayat 8-10, 42) inilah yang menjadi kekuatan dan confident kita kepada Allah.
(3) Bawalah syukur dan pujian kepada Allah untuk kasih dan pengampunanNya di dalam hidupmu. Minta kekuatan dari Tuhan untuk berjalan di dalam ketetapan dan pengajaran firmanNya (ayat 45).
Rabu 10 March 2021
Nats: Mazmur 106 – Remember Me, O LORD!
(1) Mamur ini dibuka dengan pujian, “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya!” sebelum masuk kepada refleksi kesedihan pemazmur terhadap dosa dan ketidak-setiaan nenek moyangnya, bangsa Israel di padang gurun dan penyembahan berhala di tanah Kanaan.
(2) “Ingatlah aku, ya TUHAN” (ayat 4) disahut dengan frase “Ia ingat kepada perjanjianNya” (ayat 45), syukur dan keyakinan pemazmur bahwa Allah tidak pernah lupa dan Ia setia dengan janjiNya sekalipun kerap kita mengecewakan Dia.
(3) Bacalah mazmur ini dan sejarah gelap umat Allah, renungkan kasih setia Allah dan bersyukur karena Ia Allah yang panjang sabar dan berlimpah kasih setiaNya kepada umat tebusanNya.
Kamis 11 March 2021
Nats: Mazmur 107 – Allah, Sumber Pertolongan Kita
(1) Mazmur ini mengawali jilid ke 5 (107-150). Dengan penulisan yang begitu terstruktur, pemazmur membuka dengan pujian “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya!”
(2) Pemazmur mengamati berbagai situasi yang dihadapi, hopeless dan kekosongan jiwa (ayat 4-5), yang terpenjara oleh dosa (ayat 10-12), dalam sakit yang berat (ayat 17-18) dan ombak yang dahsyat (ayat 23-27), teriakan minta tolong kepada Allah, penyelamatan Allah dan pujian orang sebagai responnya.
(3) Allah kita adalah Allah yang penuh kasih dan setia kepada orang-orang yang mencari pertolongan kepadaNya dalam segala hal dan kesusahan. Ia adalah Allah yang mendengar dan menjawab.
(4) Bawalah syukur dan permohonan doamu kepadaNya, dan nyatakanlah syukur untuk kesetiaan Allah yang memelihara hidup kita.
Jumat 12 March 2021
Nats: Mazmur 108 – Mazmur untuk Memulai Hari
(1) Mazmur ini gabungan Mazmur 57:8-12 (ayat 2-6) dan Mazmur 60:7-14 (ayat 7-14), menunjukkan ini adalah mazmur yang disusun belakangan hari, dan diberi judul “Mazmur Daud.”
(2) Baca dan renungkan mazmur ini menjadi sebuah doa memulai hari dengan nyanyian dan mazmur. Bawalah syukur dan pujian terhadap kasih dan setia Allah kepadamu.
Sabtu 13 March 2021
Nats: Mazmur 109 – Luka karena Lidah
(1) Dosa dan kejahatan karena kata-kata, mulai dari gosip hingga fitnah yang tidak berdasar merusak karakter orang. Di sini pemazmur hanya bisa mengadu dan membawa perkaranya kepada Tuhan.
(2) Mazmur ini adalah “Imprecatory Psalm” yang berisi permohonan kiranya Allah membalaskan kejahatan musuhnya. Imprecatory bukan kutukan tetapi menyerahkan pembalasan kepada Allah yang maha adil.
(3) Injil [Matius 27:39, Markus 15:29] mengutip ayat 25 pada peristiwa penyaliban dan sengsara Yesus, menggambarkan penghinaan dan ejekan yang Yesus alami dari orang-orang yang menyaksikan penyalibanNya.
(4) Ada masa dimana kita hanya bisa membawa segala keluhan dan kesedihan kita atas perkataan fitnah dan kejahatan orang kepada kita dalam doa kepada Tuhan sembari retrospeksi apakah perkataan kita juga menjatuhkan orang. Kiranya Tuhan menolong setiap kita.
