Renungan Minggu Ini

MAZMUR PENUNTUN DOA
[Mazmur 98 – 103]

Senin 01 March 2021
Nats: Mazmur 98 – Segala Ujung Bumi melihat Keselamatan Allah
(1) Dalam mazmur ini Allah menyatakan keselamatan di depan segala bangsa (ayat 2), sampai ke ujung-ujung bumi (ayat 3), panggilan bagi seluruh bumi memuji Allah (ayat 4) karena Allah menghakimi dunia dengan keadilan dan kebenaran (ayat 9).
(2) Berita bahwa Allah adalah Tuhan bagi segala bangsa, bukan eksklusif hanya bagi Israel, sudah dikumandangkan sejak Allah memanggil Abraham dan digenapkan oleh Yesus Kristus [baca: Roma 4:16-25].
(3) Baca dan resapi sukacita dan ekspresi kegembiraan di mazmur ini menjadi sukacita dan kegembiraan kita menghargai keselamatan telah tiba kepada kita yang percaya kepada Kristus.
(4) Berdoa bagi pengabaran Injil supaya segala bangsa dan seluruh ujung bumi mendengar berita keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus dan menerima anugerah itu.

Selasa 02 March 2021
Nats: Mazmur 99 – Kuduslah TUHAN, Allah Kita!
(1) Mazmur 99 bertema “the kingship of God” dan strukturnya dibagi dalam 3 bagian “Kuduslah Ia!” (ayat 3,5 dan ayat 9), pernyataan adorasi dan penghormatan kepada Allah.
(2) Kekudusan Allah membawa bangsa-bangsa gemetar (ayat 1), dan bersujud menyembah tumpuan kakiNya (ayat 5,9) itulah sikap manusia yang sepatutnya terhadap kebesaran Allah.
(3) Kekudusan Allah tidak terhampiri oleh manusia yang berdosa. Namun di dalam Kristus berdiam seluruh kepenuhan Allah dan sifat-sifat Allah (Kolose 1:19). Di dalam Kristus kita boleh datang menghampiri Allah yang kudus itu karena kita dikuduskan dan dibenarkanNya. Puji Tuhan!

Rabu 03 March 2021
Nats: Mazmur 100 – For the LORD is Good
(1) Judul mazmur ini: Mazmur untuk korban syukur, mungkin dinyanyikan para biduan saat memasuki pintu gerbang dan pelataran bait Allah (ayat 4).
(2) Panggilan untuk “seluruh bumi” beribadah (ayat 1-2). Allah adalah “TUHAN, pencipta dan pemilik hidup” kita dan hubungan antara “Gembala dan kawanan domba” (ayat 3) merupakan tema yang patut kita renungkan dalam-dalam.
(3) “Sebab TUHAN itu baik” (ayat 5) kasih setia dan kesetiaan Allah membawa hati kita bersyukur sebab di situlah kita menaruh iman dan pengharapan kita. Bawalah syukur dan pujian kepada Tuhan hari ini, karena Ia selama-lamanya baik bagimu!

Kamis 04 March 2021
Nats: Mazmur 101 – Hidup di dalam Ketulusan Hati
(1) Mazmur ini merefleksi kerinduan pemazmur untuk memiliki satu hidup yang saleh. Di dalam doanya dia bersyukur untuk kasih setia dan hukum TUHAN yang datang sekalipun kita kerap kali gagal dan menyimpang dari jalan-jalanNya.
(2) Ayat 2 kerinduan untuk “hidup tidak bercela” dan “ketulusan hati” dinyatakan dalam aspek-aspek moralitas secara negatif (ayat 3-5) dan secara positif (ayat 6-8). Sudah tentu kita harus ingat ini adalah bentuk syair yang tidak boleh ditafsir secara hurufiah [membinasakan secara fisik].
(3) Kiranya Tuhan menolong kita “hidup tidak bercela” dan dalam “ketulusan hati” [integrity of life and heart] setiap hari. Kita tidak dapat menjadi orang yang “tsaddiq” [saleh] dengan kekuatan diri sendiri.

Jumat 05 March 2021
Nats: Mazmur 102 – Doa bagi Restorasi Hati
(1) Mazmur ini berangkat dari pergumulan pribadi, kemungkinan sedang mengalami sakit keras (ayat 1-12) dan hampir mendekat ajal (ayat 24-25), tetapi kemudian pemazmur membawa doa agar TUHAN memulihkan bangsanya (ayat 13-23) dan ditutup dengan pernyataan dan keyakinan imannya “Allah tetap ada” (ayat 27) dan “Allah tetap sama dan kekal adanya” (ayat 28).
(2) Perhatikan emosi pemazmur yang awalnya seperti sedang berseru dan berteriak kepada Allah yang dia rasa begitu jauh (ayat 2-3) ditutup dengan satu ketenangan dan keyakinan Allah itu dekat, hadir dan kesetiaanNya tidak pernah berubah (ayat 27-29). Apa yang engkau pelajari dari aspek ini?
(3) Mazmur ini juga mengajar kita tetap berdoa syafaat bagi hal-hal di luar kita dan terutama bagi kerajaan Allah dan kebenaranNya terjadi di bumi ini. Orang dari segala bangsa akan mengenal dan menyembah TUHAN (ayat 16-23).
(4) Di tengah sakit dan penderitaan yang kita alami, jujur seringkali akhirnya doa kita menjadi doa yang egosentris dan berpusat bagi diri. Kiranya Tuhan memimpin hati kita dan menolong kita untuk bertumbuh dalam doa.

Sabtu 06 March 2021
Nats: Mazmur 103 – Bless the LORD, O My Soul!
(1) Mazmur 103 adalah salah satu mazmur yang berbicara kepada diri sendiri [“hai jiwaku”] satu frase yang kita temukan juga di beberapa mazmur lain, sebagai sebuah refleksi dan retrospeksi diri.
(2) Ayat 3-5 alasan pertama kita memuji TUHAN, untuk kebaikanNya, pengampunanNya, pemeliharaanNya, dan berkatNya. Alasan ke dua karena siapa TUHAN itu sendiri (ayat 6-13) yang adil, penyayang, pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Alasan ke tiga, menyadari betapa kontras kita yang hanya debu yang fana ini (ayat 14-16) dengan Allah yang kekal itu, dan ditutup dengan panggilan untuk memuji TUHAN (ayat 20-22).
(3) Baca dan resapi syukur yang overflow berlimpah dari mazmur ini, membawa hati dan jiwa kita bersyukur atas karya Allah di dalam Kristus sehingga kita juga berseru: pujilah TUHAN, hai jiwaku!