Renungan Minggu Ini

MAZMUR PENUNTUN DOA
[Mazmur 56 – 61]

Senin 09 November 2020
Nats: Mazmur 56 – Walk in the Light of Life
(1) Ini adalah “Miktam” ke 2 dari Mazmur-mazmur Daud [Mzm.16, 56-60] tidak ada kejelasan apa arti judul ini. Kemungkinan ini salah satu istilah teknis atau jenis nyanyian pada waktu itu.
(2) Latar belakang mazmur ini dicatat dalam 1 Samuel 21:10-15, pengalaman Daud pada waktu ancaman bahaya bertubi-tubi datang, lari dari Saul, ditangkap orang Filistin. Perasaan hatinya diekspresikan di mazmur ini.
(3) Struktur mazmur ini dibagi 3 bagian: (ayat 2-4) seruan minta pertolongan (ayat 6-12) keyakinan iman akan pemeliharaan Allah dan (ayat 13-14) respon atas pertolongan Allah. Ayat 5 dan 11-12 bagian refrain yang diulang. Baca dan renungkan bagian demi bagiannya.
(4) “Sengsaraku, Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kau taruh ke dalam kirbatMu” (ayat 9) salah satu ayat terindah dari mazmur, penghiburan yang menyembuhkan, mengetahui Allah peduli akan sengsara dan air mata kita. Permainan kata “sengsara” [nod] dan “kirbat/botol” [no’d].
(5) Ayat 13-14 kiranya menjadi doa kita: “Aku mau berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan” berjalan dalam keselamatan dan kebaikan Allah, kontras dengan kegelapan kematian.

Selasa 10 November 2020
Nats: Mazmur 57 He will Fulfil His Purpose for Me
(1) Latar belakang mazmur ini dicatat dalam 1 Samuel 22:1, Daud bersembunyi dalam gua di tengah kegelapan dan ketakutan atas kejaran Saul. “Kepada Allah, jiwaku berlindung” (ayat 2). Allah adalah tempat perlindungan bagi jiwa, perlindungan “gua” terbatas tidak bisa disandari.
(2) “Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaranNya” (ayat 4b) – God’s unfailing love and faithfulness. Terkadang tekanan di luar begitu dahsyat, kita hanya bisa berseru minta intervensi Allah datang menyelamatkan.
(3) Bagian ayat 8-12 diulang di Mazmur 108:2-6, tema “God’s unfailing love and faithfulness” dielaborasi dengan gambaran kemegahan sampai ke langit dan awan-awan.
(4) Baca dan renungkan ayat 3. Ketika tekanan dan kesulitan mengelilingi hidup kita, pandang ke atas, lihat kepada Allah “Elohim Elyon” yang maha tinggi itu dan berseru kepadaNya karena “Ia yang menyelesaikannya bagiku” – He will fulfil His purpose for me. Allah bukan hanya menyelesaikan persoalanmu, terlebih Ia akan menggenapkan rencanaNya bagi hidupmu.

Rabu 11 November 2020
Nats: Mazmur 58 There is a God who Judges Justly
(1) Ayat 2-6 memperlihatkan power abused, ketidak-adilan yang dilakukan oleh orang-orang yang punya kekuasaan terhadap orang lemah. Dari jaman ke jaman inilah yang terus terjadi: orang yang memiliki kuasa mempermainkan hukum dan menekan kaum yang lemah dan minoritas. Tidak ada perlindungan hukum dan keadilan bagi mereka.
(2) “You plot injustice in your hearts, you spread violence throughout the land” (ayat 3, NLT). Dari hati yang jahat keluar kekerasan dan kejahatan.
(3) “Surely there is a God who judges justly here on earth” (ayat 12, NLT). Keadilan Allah mungkin seolah terlambat, tetapi pembalasanNya itu sempurna dan adil.
(4) Berdoa khusus hari ini bagi saudara seiman kita yang mengalami ketidak-adilan, yang berada di tengah tekanan dan aniaya sebagai kaum minoritas.

Kamis 12 November 2020
Nats: Mazmur 59 I will Sing of Your Unfailing Love
(1) Latar belakang mazmur ini dicatat dalam 1 Samuel 19:11-18. Bermula dari iri dan dengki, kebencian Saul terus bertambah kepada Daud dan memuncak menjadi keinginan untuk membunuhnya.
(2) Dua kali Daud mengatakan dia tidak bersalah (ayat 4,5) tetapi ia harus menanggung kebencian, iri hati yang sangat besar dari Saul. Ancaman Saul bukan hal yang bisa diremehkan. Tidak bisa negosiasi, apalagi rekonsiliasi; Daud hanya bisa lari menghindarinya.
(3) Bagaimana Daud melihat kepada Allah di saat seperti ini? (ayat 17-18) Daud menyatakan sikap hatinya tidak ditelan oleh kebencian, ancaman dan bahaya, tetapi percaya kepada perlindungan dan kasih setia Allah. “But as for me, I will Sing of Your Unfailing Love.”
(4) Ada saatnya kita tidak bisa membela diri dan mendapatkan perlakuan yang tidak sepatutnya dari orang dengan tidak adil. Bagaimana kita menjaga hati dan menanti kepada pertolongan Allah?

Jumat 13 November 2020
Nats: Mazmur 60 Bersandar kepada Kekuatan Allah
(1) Introduksi dari mazmur memberi catatan: “untuk diajarkan,” ditujukan bagi orang muda sebagai bagian pendidikan, sekolah kehidupan menuju kedewasaan.
(2) “Engkau telah membuang kami; Engkau telah membuat umatMu mengalami penderitaan yang berat” (ayat 3,5). Dengan seruan yang senada dengan Ratapan, pemazmur membawa respon umat Allah terhadap disiplin Allah dalam doa memohon kelepasan dan restorasi dariNya. Ketika disiplin Allah tiba kepada kita, bagaimana respon kita?
(3) Bagian ayat 7-14 diulang di Mazmur 108:7-14; Allah berespon menyatakan janji firmanNya menyertai mereka.
(4) “Sia-sia penyelamatan dari manusia. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa” (ayat 13-14) menjadi pernyataan iman kita. Kita tidak bersandar kepada kekuatan diri dan hanya bersandar kepada Allah.

Sabtu 14 November 2020
Nats: Mazmur 61 Allah Tempat Perlindunganku
(1) Daud menyatakan dengan jujur perasaan hatinya dalam mazmur ratapan ini (ayat 2-3), “O God, listen to my cry! My heart is overwhelmed.” Pernahkah engkau mengalami perasaan hati seperti ini? Nyatakanlah dengan jujur dan terbuka segala kesedihan hatimu kepada Allah.
(2) Apa hal-hal yang mengangkat hati pemazmur tidak ditelan oleh kesedihan dan kelesuan hati? (ayat 4-5). Kembali kepada hadirat Allah dan berlindung dalam naunganNya yang tentram.
(3) “Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku” (ayat 4). Bagaimana Pemazmur melihat Allah sebagai tempat perlindungan dan menara yang kuat di tengah musuh yang mengelilinginya?
(4) “I long to dwell in Your presence forever; I will ever sing in praise of Your name day after day” (ayat 5,9) mari nyatakan permohonan dan kerinduan hati kita seperti mazmur ini.