KEWAJIBAN SEBAGAI MURID-MURID YESUS
[Lukas 17 – 18]
Senin 6 Agustus 2018
Nats: Lukas 17: 1 – 10 – Tangung Jawab dan Kewajiban Jadi Murid
(1) Yesus peringatkan agar murid Tuhan tidak menjadi sandungan untuk orang mengenal Kristus. Coba pikirkan skandal batu sandungan seperti apa yang lebih baik orang-orang seperti itu segera mati saja?
(2) Ayat 3b-4, ada kewajiban menolong orang dari kejatuhan dan memberi pengampunan. Kerohanian sejati attract orang dan bukan jadi stumbling blocks.
(3) Reaksi “Tambahkan iman kami” berarti kewajiban ini almost impossible. Adakah reaksi kita juga seperti ini? Dimana kelemahan kita ada sehingga merasa enggan taat sepenuhnya? Apa arti memiliki hati sebagai hamba?
Selasa 7 Agustus 2018
Nats: Lukas 17: 11 – 19 – Dimana Rasa Syukurmu?
(1) Apa saja yang membuat banyak orang, tidak terkecuali kita, bersikap sungut dan kehilangan rasa syukur?
(2) Kita mungkin geleng-geleng kepala, “Kok bisa ya, 9 orang yang sudah disembuhkan tidak balik bersyukur.” Tetapi ini fakta.
(3) Mengapa ke 9 orang ini tidak balik? Dan mengapa orang Samaria ini balik dan bersyukur?
(4) Bahaya sekali jikalau ketika kita senang dan bahagia atas berkat yang datang namun tidak menjadikan God as the center of our gratitude.
Rabu 8 Agustus 2018
Nats: Lukas 17: 20 – 37 – Kerajaan Allah: Already and Not Yet
(1) Konsep umum dari orang-orang Yahudi dan Farisi bahwa kerajaan Allah berarti akan diteguhkan kembali monarki keturunan raja Daud secara fisik: ada raja dan pemerintahan di Israel. Mereka tidak lihat bahwa kerajaan itu sudah datang dalam Kristus melalui mujizat dan pengajaran-Nya, khususnya melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
(2) Tetapi kerajaan itu akan datang finalnya pada kedatangan Yesus yang kedua kali.
(3) Hidup dalam era: already and not yet, apa tantangan yang dialami oleh semua orang yang menjadi murid Yesus?
(4) Dan bagaimanakah sikap dunia kepada Yesus?
Kamis 9 Agustus 2018
Nats: Lukas 18: 1 – 8 – Bagaimana Hidup dalam Penantian
(1) Baca juga 2 Korintus 5:6-10 dan Kolose 3:1-4, kita menemukan betapa tidak mudah hidup di tengah penantian kemuliaan kedatangan Kristus namun di tengah kesulitan hidup.
(2) Baca juga 2 Petrus 3:3,4, adanya tertawaan yang diberi kepada hidp beriman orang Kristen. Adakah tantangan ini semua bisa mengecilkan iman anda?
(3) Yesus mengajar agar kita semua tidak pernah menyerah. Melalui perumpamaan ini, pelajaran apa yang Yesus berikan tentang: siapakah Allah kita? Dan bagaimana hidup doa kita seharusnya?
Jumat 10 Agustus 2018
Nats: Lukas 18: 9 – 14 – Adakah Anda Berpikir “Good Enough”?
(1) Bagaimana anda berpikir tentang diri anda? Hidup religious yang nampaknya disiplin dan penuh persistent, termasuk dalam kehidupan doa yang rutin dan khususk, justru dapat menciptakan persepsi yang keliru mengenai siapa kita.
(2) Menurut anda, orang Farisi ini semakin giat ibadah dan doa, justru menjadikan bagaimana ia menandang dirinya di hadapan Allah?
(3) Pemungut cukai tentu tidak akan pernah berpikir bahwa dirinya “good enough.” Tetapi tidak demikian dengan orang-orang yang rajin ibadah.
(4) Bagaimanakah anda memandang diri di hadapan Allah?
Sabtu 11 Agustus 2018
Nats: Lukas 18: 15 – 30 – Masuk Dalam Kekayaan-Nya: Only by Grace
(1) Arogansi rohani, kehilangan syukur, dan “menghina” rohani orang lain: semua ini timbul karena melihat diri “good enough.”
(2) Kisah hidup anak muda kaya ini menjadi cermin apa artinya melakukan kehidupan rohani tidak berpusat pada Tuhan, tetapi demi dipandang “good enough.”
(3) Baca dan renungkan lagi Efesus 2:8,9. Dalam hal apa kita harus terus-menerus melihat hidup kita sebagai orang-orang percaya adalah anugerah semata-mata? Bagaimana kita membuktikan
bahwa hidup Kristen kita adalah hanya anugerah?
